this blog will explain all of about my experiences

Kabur Dari Zona Nyaman bagian-1


BUKU ITU DUNIA ITU BUKU

            Siapa disini yang suka baca buku? Pastinya kalian akan membayangkan kalian berada di sana, tentunya jika buku itu menarik pasti kalian akan membaca sampai berhalaman-halaman, malah sebaliknya bagi yang kurang suka membaca tentunya udah membuka satu halaman udah bosan aja dan juga hanya melihat gambarnya saja hehheeh (itu gua masih kecil). Kehidupan kita layak nya sebuah buku, penuh dengan cerita-cerita menarik yang kita jalankan setiap hari bersama, baik itu keluarga, sahabat dan orang-orang yang baru kita kenal. Disanalah terciptanya sebuah cerita, tanpa kita sadari kita sudah menjadi pendongeng lohhh...

            Buku memang untuk dibaca (bukan untuk lapisan gorengan yaa haha). Pada zaman malaikat jibril a.s turun membawa  wahyu pada hari senin, tangal 21 ramadhan, di malam hari, bertepatan dengan tanggal 10 Agustus tahun 610 M. Tepatnya beliau saat itu sudah berusia 40 tahun, 6 bulan, 12 hari menurut kalender Hijriah dan sekitar usia 39 tahun, 3 bulan, 20 hari berdasarkan kalender Masehi. Aisyah ash-Shiddiqah R.a (istri Rasulullah SAW) berkata, “Wahyu yang mula pertama yang dialami ole Rasulullah SAW adalah berupa mimpi yang benar dalam tidur. Beliau tidak bermimpi melainkan sangat jelas, sejelas fajar subuh yang menyingsing, kemudian beliau suka menyendiri dan beliau melakukannya di gua Hira’; dimana beliau beribadah di dalamnya selama beberapa malam. Selanjutnya kembali kekeluarganya dan mengambil perbekalan untuk itu, kwmudian kembali lagi kepada istrinya, Khadijah, dan mengambil perbekalan yang sama. Hingga akhirnya, pada suatu hari datanglah kebenaran kepadanya saat beliau di gua Hira’ tersebut. Seseorang malaikat datang menghampiri sembari berkata, “Bacalah!” (beliau berkata) lalu aku menjawab, “Aku tidak bisa membaca!” beliau bertutur lagi, “kemudian dia memegang dan merangkuhku hingga aku kehabisan tenaga, lalu setelah itu melepaskanku sembari berkata, “Bacalah!” aku tetap menjawab, “Aku tidak bisa membaca!” lalu untuk kedua kalinya, dia memegang dan merangkuhku hingga aku kehabisan tenaga kemudian melepaskanku seraya berkata lagi, “Bacalah” Aku tetap menjawab, “Aku tidak bisa membaca!” kemudian dia melakukan hal yang sama untuk ketiga kalinya, sembari berkata, “Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmu-lah yang paling pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qolam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya” (Al-Alaq: 1-5). 

Setelah itu Rasulullah pulang dengan merekam bacaan tersebut dalam kondisi gemetaran, lantas menemui istrinya Khadijah binti Khuwailid1. Bagi yang ingin membaca perjalanan hidup Rasulullah bisa beli buku Sirah Nabawiyah ataupun buku lainnya.      Dari kisah Rasulullah SAW di atas kita bisa menyimpulkan bahwa, Rasulullah SAW sudah menggeluti pecinta alam atau dekat dengan alam dengan memilih gua Hira’ sebagai tempat untuk menenangkan diri dan disana beliau juga beribadah. Dan juga, kita bisa mengambil pelajaran bahwa dengan membaca kita akan tau dan mengerti sesuatu hal. 

            Okay, kembali ke laptop hehe. Ibarat sebuah buku yang sangat tebal yang menarik dan ingin kita baca. sama halnya dengan dunia, dunia ini sangat menarik untuk kita jelajahi setu per satu. Allah SWT menciptakan bumi dengan sempurna tanpa ada kekurangan sedikitpun mulai dari Daratan dan lautan yang membentang di dunia ini, semuanya sudah lengkap di tata oleh Allah SWT. Terus ngapain aja masih di rumah sibuk dengan luna maya eh eh (Dunia maya) maksudnya hahha dan lupa dengan dunia nyata yang belum kita jelajahi.

            Bagi setiap orang sekarang pasti sudah tau dunia ini umumnya, karena pengaruh oleh teknologi yang sangat canggih dan setiap orang bisa melihat setiap kejadian dan keindahan. Misalkan, kita hanya malas-malasan tiduran di kamar tetapi dia sudah tau bahwa di kaki GUNUNG KERINCI itu adalah kebun teh yang sangat luas,  kita udah tau bahwa DANAU KACO itu airnya BIRU, kita udah tau bahwa BALI itu rame akan turis mancanegara. Tetapi, yang harus diingatkan adalah yang di lihat hanyalah di dunia maya dimana saat itu kita tidak merasakan dan menikmati apa yang di lihat dan terjadi.

            Banyak gunung yang tinggi yang memiliki keindahan tersendiri, pantai dengan pasir yang beragam, suku dengan ciri khas masing-masing, budaya yang mempesona semua itu menunjukan kebesaran Allah SWT yang menunggu untuk kita jelajahi. Belum lagi hewan-hewan bawah laut yang belum pernah kita lihat dengan mata sendiri yang memiliki warna yang berbeda-beda. Sementara itu,  di lebatnya hutan yang membentang di dunia ini yang dihuni oleh beragam jenis flora dan fauna. Apalagi, merdunya suara burung-burung di kala kita berjalan menjelajahi hutan. Disaat itulah kita merasakan perjalanan kita sangat romantis dan tenang.

            Di luar sana lah kita akan banyak belajar tentang kehidupan yang sesungguhnya. Ilmu yang tidak bisa kita temukan di bangku sekolah dan perkuliahan. Itu bukan berarti sekolah dan kuliah tidak baik (heheh), hanya saja ilmu yang tidak pernah di ajarkan di pendidikan formal. Alangkah baiknya lagi, kita mencari ilmu di luar sana (bukan ilmu gaib yaaa hehehe) ilmu yang mengajarkan kita tentang pendewasaan. Ingat aja “setiap orang guru, di setiap tempat sekolah.” In sya Allah kita akan mendapatkan ilmu dan wawasan yang baru.

            Sebagai seorang manusia, seharusnya menjelajahi dunia yang telah Allah SWT ciptakan ini untuk meresapi dan merangkum kebesaran Allah SWT. Jika kita merasakan apa yang telah Allah ciptakan ini, rasa syukur kita akan terus bertambah, kita akan melihat mahakuasa, mahapengasih dan maha penyayang Allah terhadap ciptaan-Nya. Dengan menjelajahi dunia dan bertemu orang baru kita akan lebih bijak lahi dalam menghadapi masalah. Disanalah kita akan memikirkan sesuatu dan mengambil sebuah keputusan untuk apa yang akan kita lakukan, apalagi di perjalanan hanya kita sendiri, kita hanya menyelesaikan sesuatu masalah dan mengambil keputusan sendiri dengan pertimbangan yang matang.

            Semua orang pasti ingin menjadi orang yang pintar, berilmu dan beradab, maka kaburlah dari  zona zaman mu! Imam Syafi’i dalam sajaknya “merantaulah! Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman.”  

Dan juga Ibnu Batutah yang berasal dan lahir di Marocco 24 februari 1304 adalah Penjelajah muslim yang keliling Dunia selama 30 Tahun dengan quotenya yang terkenal “Buat cerita sendiri, jangan hanya jadi penonton dan pendengar dari cerita orang lain.” So, nunggu apa lagi? Keluarlah (bukan ngusir yaaaaa hahaaha). Bersambung.....

            Tunggu cerita selanjutnya....wassalamu’laikum 

Reference:

1 Sirah Nabawiyah: Perjalanan Hidup Rasul Yang Agung, Syaikh  Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Edisi Revisi, 1421 H / 2001 M, Darussalam. Hal. 82-84

             

           

6 comments


EmoticonEmoticon